Wanita Inspiratif – Awalnya Hanya Menggunakan Bahan Tisue, Sekarang Sudah Menggunakan Batik

Halo Sahabat Kirana, Indonesia memang layak untuk di sebut surganya batik. Bukan hanya beragam suku saja, tetapi Indonesia juga memilki beragam jenis batik. Membatik memang sulit, karena membatik zaman dahulu hanya merupakan tradisi keluarga raja dan hasilnya pakaianya hanya di khususkan untuk para raja / putri  di dalam kraton. Berbagai macam batik, dari batik tulis, batik cetak, sampai batik printing. Karena perkembangan zaman yang begitu pesat banyak orang yang menginginkan hasil yang cepat hingga membuat batik dengan instan.

Seni, begitu banyak jika kita harus mengulas tentang seni. Sampai saya menemukan seni decoupage. Decoupage adalah seni kerajinan  yang menyenangkan dan mudah untuk mendesign apa saja, dari perabotan rumah tangga, hingga barang – barang yang sudah tidak layak di pakai lagi, dan menjadi cantik kembali.

Ibu Desi Ariani, berawal hanya iseng dan hanya melihat teman membuat decoupage, lalu beliau tertarik dan terus belajar tekhnik decoupage hingga ke kota Jakarta untuk mendapatkan ilmu. Dari pengakuan Bu Desi pun, beliau menekuni kerajinan ini sudah 2,5 tahun, yang berarti telah di mulai  pada tahun 2014.

Dari Tahun 2014, bu desi sering membuka kelas mengajar (kursus) di rumah untuk 1-4 orang dan terkadang juga beliau membuat Workshop dan antusias peserta lumayan luar biasa. Dan terkadang beliau juga sering menjalankan workshop hingga ke kota Samarinda. Tidak hanya untuk kalangan remajaatau dewasa yang boleh mengikuti kelas decoupage ini, ternyata keterampilan belajar seni ini bisa dipelajari dari anak usia SD hingga lanjut usia. Tidak ada kata terlambat untuk belajar apapun, termasuk keterampilan decoupage.

“Decoupage batik di Indonesia masih sangat langka mba”,  ujar ibu cantik berperawakan tinggi semampai ini. Beliau pun berkreasi dengan motif 2D dan 3D (timbul). “Dulu  saya hanya belajar decoupage dengan bahan tisu”, ujar beliau menceritakan awal ketertarikannya pada keterampilan ini. Untuk harga motif 2D dan 3D sedikit lebih mahal. Hal inj karena bahan-bahanya pun jauh lebih mahal dan tingkat kesulitannya lebih tinggi. Untuk bahan-bahan decoupage sendiri memang sedikit sulit untuk mendapatkanya, karena sebagian bahan pendukung masih impor dari Amerika dan Eropa. Penjualan pun dimulai dari akhir 2014, dan produksi masih terbatas karena beliau hanya mengerjakannya sendiri tanpa merekrut  karyawan.

 

Ibu Desi pun sering mengikuti bazar dan kegiatan-kegiatan yang mendukung untuk memperkenalkan produknya. Ini adalah salah satu foto yang membanggakan karena karya beliau yang bisa di perhitungkan di dunia seni. Ibu Arita istri Walikota Balikpapan tidak ragu untuk memakai dompet decoupage batik 3D karya dari @nichicraft ( instagram ) dan dapat tampil percaya diri. Saat itu Ibu Arita sedang menjadi tamu dan berjalan-jalan di acara IPEMI ( Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia )

Untuk media yang dapat di hias bukan hanya dompet, tetapi bisa juga seperti tas, perabotan rumah tangga, dan barang pecah belah lainnya. Semua hasil yang indah ini, bukan tidak lain adalah suport dari keluarga serta dukungan besar dari sang suami.

 

(Visited 140 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*